Tinjauan Umum Psikologi Pendidikan


1. Pengertian Psikologi Pendidikan

Dengan melihat perkembangan keilmuan pada hari ini, tampaklah bahwa psikologi telah menjadi salah satu jantung ilmu-ilmu sosial, sehingga dikaji dan ditafsir ulang terus menerus. Ilmu jiwa kebanyakan orang mengartikan demikian; yakni ilmu yang mempelajari tentang jiwa baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesenya maupun latar belakangnya.

Plato (427-347 SM) pernah membicarakan mengenai dualitas manusia sebagi jiwa (Psyche) dan tubuh. Analogi yang diberikan: jiwa adalah seorang “sais” yang mengendarai dua kuda yang bersayap. Sehingga jiwa manusia mengandung tiga bagian yakni; “akal – keberanian (kemauan) – nafsu”.

Abu Ahmadi (2003) dalam bukunya Psikologi Umum, memberikan kesimpulan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari semua tingkah laku dan perbuatan individu, dalam mana individu tersebut tidak dapat dilepaskan dari lingkungannya.

Sebenarnya seluruh pendapat teoritikus mengenai psyche tersebut hanya ada satu hal yang pasti: tubuh (beserta tingkah lakunya). Adapun teori mereka atas apa yang terdapat di balik tubuh merupakan tafsir atas tubuh tersebut. Selanjutnya, sebatang tubuh “dengan otak di dalamnya yang sering kali dianggap sebagai ruang kendali”, merupakan obyek pengamatan dimana gerak-geriknya menjadi sumber penafsiran atas kesadaran, ketaksadarannya, kompleks, dan kepribadian yang akan membentuk sebuah bangunan besar bernama psyche.

Selanjutnya, jika Pendidikan (dalam arti luas) dapat mencakup seluruh proses hidup dan segenap bentuk interaksi individu dengan lingkungannya, baik secara formal, nonformal, maupun informal, dalam rangka mewujudkan dirinya sesuai dengan tahapan tugas perkembangannya secara optimal sehingga ia mencapai suatu taraf kedewasaan tertentu.

Dilain pihak pendidikan adalah :

a. Proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat mereka hidup.

b. Proses sosial yang terjadi pada orang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah), sehingga mereka dapat memperoleh perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum.

Namun yang paling inti bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai bentuk seluruh proses dan interaki individu dengan lingkungannya dalam rangka menumbuh kembangkan potensi-potensi dasar yang terpendam dalam diri manusia untuk prilaku lahir dan batin, dalam berbagai persoalan hidup secara terarah.

Dari uraian di atas dapat dipahami secara sederhana bahwa psikologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku-tingkah laku yang terjadi dalam proses pendidikan. Lister D. Crow dan Alice Crow, P.Hd. mendefinisikan psikologi pendidikan adalah ilmu pengetahun praktis yang berusaha untuk menerangkan belajar sesuai dengan prinsip-prinsip yang ditetapkan secara ilmiah dan fakta-fakta sekitar tingkah laku manusia.

Dari uraian di atas dan bedasarkan beberapa literatur yang ada dapat disimpulkan secara sederhana, bahwa psikologi pendidikan berusaha mengungkap dan mempelajari dengan teliti tentang individu, kapasitas, dan perlengkapannya, juga perihal lingkungan dan kegiatan-kegiatan (reaksi-reaksi) yang ada hubungannya dengan pendidikan seseorang.

2. Tujuan dan manfaat psikologi pendidikan

Adanya masyarakat pendidikan yang menghendaki agar pengajaran memperhatikan minat, kebutuhan dan kesiapan anak didik untuk belajar, serta dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan sosial sekolah, sudah barang tentu keadaan psikologi anak/peserta didik harus dipelajari. Dengan demikian studi psikologi dalam pendidikan sangat vital pula. Sehingga dapat dirumuskan beberapa tujuan dan manfaat studi psikologi pendidikan, antara lain :

a. Untuk membantu para guru dan calon guru, agar menjadi lebih bijaksana dalam usahanya membimbing anak didiknya dalam hubungannya dengan proses pertumbuhan belajar.

b. Agar para guru dan calon memiliki dasar-dasar yang luas dalah hal mendidik pada umumnya, dan dalam bidang keahliannya pada khususnya, sehingga anak didik bisa bertambah baik dalam cara belajarnya

c. Agar para guru dan calon guru dapat menciptakan suatu sistem pendidikan yang efisien dan evektif dengan jalan mempelajari, menganalisis, tingkah laku anak didik dalam proses pendidikan untuk kemudian mengarahkan proses-proses pendidikan yang berlangsung itu, guna meningkatkan kearah yang lebih baik.

Dari beberapa uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa¸tujuan dan manfaat studi psikologi pendidikan. Mencakup dua dimensi, yaitu :

a. Bagi Individu, bermanfaat secara materiil, formil dan praktis.

b. Bagi sosial, (dalam prinsip-prinsip) :

b.1. Homo socious / social being, manusia tidak akan menjadi manusia tanpa adanya manusia lain.

b.2. Saling mengerti atau memahami

– Tentang bakat seseorang

– Tentang hoby seseorang

– Kecerdasan seseorang, dll

b.3. Saling berusaha menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Dalam hal ini apa yang diinginkan oleh peserta didik akan mudah dimengerti oleh guru.

3. Ruang Lingkup Kajian Psikologi Pendidikan.

Dari berbagai literatur yang ada, kemungkinan yang dapat mewakilkan pokok-pokok kajian psikologi pendidikan, Antara lain :

a. Pengetahuan tentang “psikologi pendidikan”

b. Pentingnya psikologi pendidikan

c. Hereditas

d. Lingkungan fisiologis

e. Pertumbuhan dan perkembangan

f. Sifat dan hakekat kejiawaan manusia

g. Proses-proses tingkah laku

h. Hakekat dan ruang lingkup belajar

i. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar

j. Prinsip-prinsip dan teori-teori belajar

k. Pengukuran dan eveluasi hasil belajar

l. Transfer belajar atau latihan

m. Teknik-teknik pengukuran dan evaluasi

n. Statistik dasar

o. Kesehatan mental

p. Pendidikan watak

q. Apabila psikologi pendidikan dalam metodolgi pengajaran modern

Dipandang dari sudut pandang garapannya, psikologi meliputi; gejala-gejala kejiawaan (kognisi, emosi, kognasi) dan campuran, disamping intelegensi, sugesti, kelelahan, dll. Sehingga akhirnya timbul adanya psikologi belajar, psikologi perkembangan, psikologi kepribadian, psikologi abnormal.

Bila dilihat dalam beberapa literatur lain, ruang lingkup yang dihadirkan tidak jauh beda, dan dapat dikatakan bahwa perihal belajar merupakan sentral pembahasan dalam studi psikologi pendidikan.

4. Berbagai Teori Dalam Konteks Psikologi Pendidikan

Dalam membahas tentang teori, tentunya sangat terkait dengan beberapa aliran yang melahirkannya dari hasil berbagai eksperimen yang telah dilakukannya. Maka dari itu yang dihadirkan disini tentulah berkaitan dengan aliran-aliran yang ditemukan dalam berbagai literatur.

About these ads

About MM Munir

Mari bersama-sama meraih indahnya berbagi. Selaksa menuai indahnya berbagi pengetahuan blogging, pendidikan, motivasi, mobile dan sumber penghasilan bisnis online.

Posted on 06/06/2011, in Makalah. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. kak, bisa kirim @adialik@ymail.com, penting banget kak

    makasih sebelumnya

  2. maaf baru Open wp. apa masih diperlukan yang diminta, tapi yang perlu q kirimkan ini apa. kalo tulisan di atas, kopi paste aja kan bisa.

  3. Makasih banget yaaaaaaa……!!!!!!!!!! krn sudah ngebantu aku kumpulkan tugas ku……………!!!!!!!!!!!!!!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: