Masalah Mengkonsumsi Keong


Postingan ini coba menjawab sebuah pertanyaan;

Apakah status keong (kreco) itu halal/haram dimakan?

Jika anda belum menemukan jawabannya, ada baiknya melanjutkan membaca tulisan ini.

Keong yang dibahas di sini adalah keong yang umumnya hidup di sawah atau sungai dan sudah biasa dikonsumsi di beberapa daerah. Di banyak daerah menyebutnya kreco.
Tentang keong ini tidak ada dalil khusus dari al-Qur’an maupun Hadits yang menyatakan halal maupun haram dimakan.
Ada beberapa kaidah yang dapat dijadikan sebagai pedoman. Dengan pedoman ini kita akan lebih berhati-hati dalam menentukan hukumnya.
Kaidah yang telah disepakati adalah ‘asal segala sesuatu adalah halal’ yang didasarkan pada:
1. Firman Allah; ‘Dialah yang telah menciptakan untukmu segala apa yang ada di bumi semuanya.’ (QS. Al-Baqarah: 29)
2. HR. Ibnu Majah dan at-Tirmidzi; ‘yang halal adalah apa-apa yang dihalalkan oleh Allah di dalam kitab-Nya. Dan yang haram adalah apa-apa yang diharamkan Allah di dalam kitab-Nya. Dan apa-apa yang tidak disebut adalah termasuk barang yang dimaafkan daripadanya bagi kamu.’

berdasarkan kaidah di atas maka keoang termasuk halal.

Meski demikian masih ada yang harus diperhatikan. Firman Allah ‘dan dihalalkan bagi mereka yang baik-baik, dan diharamkan bagi mereka yang kotor-kotor.’ (QS. Al-A’raf: 157) berdasarkan dalil ini, jika keong termasuk kotor dan menjijikkan, maka statusnya haram.

Sifat kotor dan menjijikkan ini bukanlah dipandang secara individu atau kebiasaan. Hal inilah yang masih senantiasa menjadi kontradiksi.

Menyikapi masalah kontradiksi tersebut, maka sebaiknya ;
1. Kita memilih yang lebih berhati-hati, yaitu menghindari makan keong
2. Dengan berfikir jernih. Keong yang dibahas ini lebih mudah tercemar barsama tercemarnya sawah/sungai dari pestisida atau limbah industri. Maka keong ingin cenderung berbahaya jika dikonsumsi.

Demikian permasalahan konsumsi keong yang dapat dibahas. Semoga kita lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi berbagai jenis makanan. Sedapatnya memilih yang ‘halalan thoyiban’.

Semoga bermanfaat.

About these ads

Tentang MM Munir

Mari bersama-sama meraih indahnya berbagi. Selaksa menuai indahnya berbagi pengetahuan blogging, pendidikan, motivasi, mobile dan sumber penghasilan bisnis online.

Posted on 22/02/2011, in halal haram and tagged . Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. una mpongo nae ngaha

    brti intinya keong halal untuk dimakan !! Thankz

    • Maaf gan baru sambang ke blog.
      Pembahasan di atas tidak menyimpulkan bahwa keong halal dimakan. Saya menganjurkan untuk berhati-hati dalam memilih makanan yang tergolong diperdebatkan (halal haramnya). Silahkan dibaca ulang bagaimana sebaiknya menyikapi kontradiksi/perdebatan yang saya jadikan 2 poin di akhir tulisan. Semoga kita lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan.

  2. kalo ikan disawah termasuk kotor ga ya? kalo yg saya tau hewan yg hidup di 2 alam baru ga blh dimakan ya? sperti kodok gtu

  3. kalo masalah kotor dan menjijikkan, brutu (pan*at) ayam kan juga kotor? apalagi ati ampela yang tempat kotoran.

    “tapi kan ati ampela sudah dicuci bersih”
    loh? memangnya keong itu langsung dimakan begitu saja ditepi sawah, kalo sudah dipiring ya sudah pasti dibersihkan juga.

    bahkan kerang itu malah diihidangkan dengan isi (kotoran) diperutnya. ya kan?

  4. menurut alqur’an apa saja yg matinya gak di sembelih danga kalimat suci alloh hukumnya haram dan semua hewan mati yang halal dan suci adalah ikan sama belalang itu saja

  5. hewan yg haram itu babi dan anjing…
    yg lain nya bisa dibilang haram ada juga yg makruh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 327 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: